Sejarah Kungfu Muslim

Salah satu bagian sejarah Muslim China adalah Kung Fu Muslim. Ahli-ahli kungfu muslim dilatih secara rutin dan keras, melalui perjalanan tak henti menuju kesempurnaan fisik dan spiritual, siap melayani sebuah inspirasi jangka panjang pada komunitas Muslim mereka.Mereka telah secara luas menyebarkan pengetahuan mereka tentang seni. Hanya beberapa dari mereka yang benar-benar siap, tulus dan mampu untuk melakukan ketaatan total yang berhak mendapatkan warisan teknik-teknik khusus tertentu dari para guru. Ketinggian tingkat seorang Master Kungfu diukur dengan keterbukaan pikiran dan kemahiran dalam pertempuran dan penguasaan nilai-nilai filosofis.

Kronologi 1400 tahun Islam di Cina hampir seusia hadits yang disampaikan oleh Rasulullah Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam,”Orang yang paling kuat bukanlah orang yang mampu menggulingkan musuhnya dalam suatu pertandingan gulat, tetapi orang yang mampu mengendalikan dirinya ketika dia marah”. Hikmah kebijaksanaan seperti ini dipegang para Ahli Kungfu Muslim selama berabad-abad, dipadukan dalam pengembangan diri dan pengembangan “Chi” (tenaga dalam) yang digunakan untuk menaklukan sifat binatang di dalam diri dan membantu mereka meningkatkan penguasaan bela diri.

Ahli Kungfu muslim telah berhasil melakukan harmonisasi internal dan eksternal Kungfu, yang kemudian berhasil meninggalkan bekas dalam keimanan mereka, melakukan “ijtihad” yang luar biasa dalam mengembangkan secara efektif seni bela diri mereka sendiri, yang didasarkan pada nilai-nilai agama Islam, akhlaq, bebas dari rasa permusuhan dan ambisi. Dilambangkan dalam istilah “Jiao-men”, yang berarti “sect fighting”, disimbolkan dengan “Hui” yang oleh para pendahulu dikenal sebagai “ritual suci”, untuk dapat bersikap tabah dalam situasi sulit dan untuk mendorong daya tahan para pemuda Muslim yang belajar di pekarangan masjid. Hal ini kemudian secara sporadis menumbuhkan jurus “Pukulan Muslim”, yang nantinya menghasilkan khazanah Ahli Kungfu Muslim.

Seni bela diri muslim lokal seringkali sangat menunjukkan perbedaaan, dengan menggunakan nama-nama Islami (Arab) dan dalam hal efektifitas teknis di dunia kungfu. Keberadaan mereka dengan cepat menjadi terkenal di penjuru China, dengan memenangi banyak kompetisi tarung bebas hingga pelatihan pengawal senior Presiden China. Interpretasi Kung Fu Muslim secara literal berada dalam jajaran jurus-jurus paling utama, ditambah lagi dengan banyak cara-cara baru dalam seni menggambarkan tubuh manusia, yang kemudian menjadi panduan biksu-biksu Shaolin dan sekolah-sekolah “Quanshu” (seni bela diri)

Sejarah muslim China melewati berbagai perjuangan dan tekanan-tekanan ekonomi, dimulai dari nenek moyang mereka yang pertama kali merapat di pelabuhan terkenal di Guangzhou dan al Zaytun (Quanzhou), melewati perjalanan berbahaya di laut dan di darat untuk melakukan perdagangan, yang kemudian mentransformasi mereka menjadi para ahli pada masa-masa awal abad perdagangan Timur dan Barat. Berabad-abad kemudian, Master Cheng Ho, tokoh muslim yang dikenal dimana-mana, berhasil mengkombinasikan keahlian bela diri dan kepemimpinan di Angkatan Laut Dinasti Ming.

Sumber

1. Muslim Heritage, diterjemahkan oleh Superpedia Rumah Ilmu Indonesia
2. 1001 Years of Missing Martial Arts oleh Master Mohammed Khamouch

Sumber Link: www.sucipto.web.id

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: