Pentingnya Pemanasan

Pada dasarnya setiap aktivitas olahraga terdiri dari pemanasan, kegiatan inti, dan pendinginan. Ketiga tahap ini hendaknya menjadi pedoman para pelaku olahraga ketika melakukan kegiatan olahraga. Pemanasan (warming-up) adalah aktivitas yang berisi gerakan-gerakan yang mendukung aktivitas inti dari olahraga yang akan dilakukan berikutnya.

Aktivitas pemanasan berisikan peregangan statis, dinamis, dan gerakan-gerakan formal olahraga yang akan dilakukan.

Mengapa harus pemanasan. Berolahraga berarti menggerakkan seluruh atau sebagian anggota tubuh. Gerak yang dilakukan dalam berolahraga berbeda dengan kegiatan sehari-hari. Bagian tubuh yang digerakkan adalah otot dan sendi. Tujuan pemanasan adalah untuk menyiapkan otot dan sendi tubuh sebelum aktivitas olahraga yang sesungguhnya, dengan cara menaikkan suhu tubuh kurang lebih satu derajat celcius. Kenaikan suhu tubuh yang diikuti dengan meningkatnya denyut jantung menyebabkan aliran darah ke seluruh tubuh menjadi lebih cepat sehingga pasokan oksigen ke dalam otot menjadi lebih banyak. Akibatnya, pelaku olahraga akan mampu menggerakkan anggota tubuh dengan cepat, kuat, sudut gerak yang luas, dan rasa nyaman.

Sedangkan manfaat pemanasan yaitu meminimalkan risiko cedera olahraga. Secara psikologis, pemanasan bermanfaat pada kepercayaan diri dan rasa nyaman. Akibat yang sering terjadi jika tidak melakukan pemanasan yaitu otot dan sendi tubuh terasa kaku, kram otot dan rasa pegal.

Secara umum pemanasan terdiri dari tiga cara yang dilakukan oleh pelaku olahraga yaitu: peregangan statis, peregangan dinamis, dan gerakan-gerakan formal olahraga inti. Peregangan statis adalah peregangan dengan meregangkan sendi dan otot tubuh sejauh/seluas mungkin sampai hampir terasa sakit, kemudian sikap tersebut ditahan sampai dengan 20 hitungan. Gerakan ini dilakukan pada seluruh sendi tubuh.

Latihan peregangan berlangsung selama sekitar 10 menit. Saat melakukan latihan peregangan, ingatlah bahwa Anda harus terus setiap posisi selama paling sedikit 30 detik untuk mendapatkan manfaat lengkap. Pola pernapasan juga membuat perbedaan untuk latihan peregangan. Tarik napas dalam-dalam dan menghembuskan napas sambil memegang posisi. Ini adalah kunci untuk keberhasilan setiap kegiatan peregangan. Pola pernapasan saat latihan peregangan menentukan jumlah oksigen dan darah yang diberikan kepada otot-otot Anda. Sementara peregangan, kaki harus diselaraskan dengan tubuh Anda dengan cara yang spesifik. Hal ini sangat penting.

Peregangan dinamis dilakukan dengan memutar dan memantul-mantulkan sendi dan otot tubuh, gerakan tersebut dilakukan sampai dengan 20 hitungan. Peregangan dinamis berisikan gerakan memanjangkan dan memendekkan otot dan sendi, dan memutar-mutarkan otot dan sendi tubuh.

Peregangan statis dan dinamis ini sebaiknya dikenakan pada otot dan sendi tubuh secara berurutan, dari atas ke bawah ataupun sebaliknya. Maksudnya ialah mulai dari leher, bahu, punggung, sampai ujung kaki atau sebaliknya. Perlu diketahui bahwa peregangan statis dan dinamis ini dapat juga digunakan sebagai latihan kelenturan (fleksibilipis).

Setelah keduanya dilakukan, selanjutnya pelaku dapat melakukan gerakan-gerakan sesungguhnya sesuai dengan jenis olahraga yang dilakukannya. Kecukupan dalam melakukan pemanasan diukur dengan jumlah denyut nadi yaitu 60%-70 persen  dari denyut nadi maksimal (DNM).

Pemanasan dan Peregangan

Pemanasan dan peregangan adalah dua kegiatan yang berbeda, dan biasanya satu diikuti oleh yang lain. Ketika Anda memulai segala jenis latihan rutin, Anda harus selalu mulai dengan pemanasan diikuti oleh peregangan dan kemudian Anda beralih ke latihan yang sebenarnya.

Pemanasan membantu untuk membuka ketat dan kaku otot, sementara menghasilkan panas peregangan otot harus rileks. Jadi, ketika Anda akhirnya latihan, otot-otot cukup fleksibel untuk bergerak bebas.

Ada beberapa cara untuk menghangatkan, dan berbagai kegiatan untuk membantu Anda melakukannya. Aerobik, jogging, berjalan, melompat, melompat-lompat dan masih banyak lagi jenis kegiatan dapat digunakan untuk pemanasan. Namun, Anda tidak perlu melakukan kegiatan ini untuk waktu yang sangat jangka waktu yang panjang. Setiap jenis kegiatan dilakukan selama 5 menit sudah lebih dari cukup untuk pemanasan.

Akhirnya penulis mengajak kepada seluruh masyarakat untuk terus berolahraga dan meningkatkan kesadaran melakukan pemanasan terlebih dahulu agar olahraga yang kita lakukan dapat bermanfaat dan aman. Wallahu ‘alam bissawab. (*)

Sumber bacaan:

scumdoctor

bangkapos.com

About these ads

2 Tanggapan to “Pentingnya Pemanasan”

  1. aisyah alkhansa Berkata

    kalau cewek boleh bela diri,kenapa ngga buat perisai badar akhwat aja???

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: